
Foto Zam Zam Grand Suites ini merupakan hak milik TripAdvisor
choirr info
Route perjalanan
JKT - DXB
DXB - JED – MED
MED
MED
MED – MEK
MEK
MEK
MEK
MEK – JED – DXB
DXB -JKT
HARGA PAKET PER’ORANG DALAM KONDISI KAMAR :
● Double : USD. 2.100,- ● Tripel : USD. 1.950,- ● Quad : USD. 1.850,-
● Tidak termasuk biaya fiskal & perlengkapan ibadah : Rp. 1.450.000
Route perjalanan
JKT - DXB
DXB - JED – MED
MED
MED
MED – MEK
MEK
MEK
MEK
MEK – JED – DXB
HARGA PAKET PER’ORANG DALAM KONDISI KAMAR :
● Double : USD. 2.100,- ● Tripel : USD. 1.950,- ● Quad : USD. 1.850,-
● Tidak termasuk biaya fiskal & perlengkapan ibadah : Rp. 1.450.000
Program Lailatul Qadar 17 Mekkah hari – tgl. 19 Sep - 05 Okt
Route perjalanan
JKT - DXB
DXB - JED – MEk
MEK
MEK
MEK
MEK
MEK
MEK
MEK
MEK
MEK
MEK
MEK – MED
MED
MED – JED
JED - DXB
DXB -JKT
HARGA PAKET PER’ORANG DALAM KONDISI KAMAR :
● Double : USD. 3.300,- ● Tripel : USD. 2.900,- ● Quad : USD. 2.700,-
● Tidak termasuk biaya fiskal & perlengkapan ibadah : Rp. 1.450.000
Program Lailatul Qadar 17 Madinah hari – tgl. 19 Sep - 05 Okt
Route perjalanan
JKT - DXB
DXB - JED – MEk
MED
MED
MED
MED
MED
MED
MED
MED
MED
MED
MED - MEK
MEK
MEK
MEK – JED - DXB
DXB -JKT
HARGA PAKET PER’ORANG DALAM KONDISI KAMAR :
● Double : USD. 2.750,- ● Tripel : USD. 2.450,- ● Quad : USD. 2.300,-
● Tidak termasuk biaya fiskal & perlengkapan ibadah : Rp. 1.450.000
● MAKKAH : MAWADDAH TAHANI HOTEL ««
INFORMASI PROGRAM PERJALANAN ‘ALIA WISATA’ :
Telp. 021-8660.8950 || Fax. 021-8660.8948 ||
Hub. 0815 1005 8838 ( chairul anwar)
GEBYAR umroh KEMERDEKAAN
2008
Awal Ramadhan 10 hari – tgl. 8-17 Sep / 8-17 Ramadhan
HARI 01, SENIN, 8 SEP / 8 RAMADHAN :
Jamaah sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Pk. 19.45 (di Terminal II/D, min 2-jam sebelum waktu keberangkatan), selanjutnya akan diberangkatkan dengan penerbangan Emirates Airlines (EK-347) pada Pk. 21.45. (makan sahur di pesawat).
HARI 02, SELASA, 9 SEP / 9 RAMADHAN :
Tiba di Dubai pada Pk. 04.45, langsung menuju ke ruang transit untuk melanjutkan penerbangan ke Jeddah yang akan bertolak pada Pk. 09.00 dengan Emirates Airlines (EK-2825) dan akan tiba di Jeddah pada Pk. 10.45, selesai proses imigrasi dan custom, jamaah akan dijemput untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kota Madinah (gunakan waktu beristirahat selama dalam perjalanan di BUS), lepas shalat Ashar diharapkan sudah tiba di kota Madinah langsung menuju ke Hotel. Melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Nabawi dan buka puasa di Hotel.
HARI 03-04, RABU-KAMIS, 10-11 SEP / 10-11 RAMADHAN : MADINAH v
Pergunakan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi dengan melaksanakan seluruh shalat wajib, shalat Tarawih, Dzikir dan membaca Al-Qur’an. Jamaah akan diantar untuk melaksanakan ziarah di Masjidil Nabawi menuju ke Makam Rasul Allah, Raudhah dan Mighrab di lanjutkan ke Makam Baqi.
HARI 05, JUM’AT, 12 SEP / 12 RAMADHAN : MADINAH – MAKKAH v
Pagi hari akan diantar ziarah kota Madinah dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah antara lain Mesjid Quba, Jabal Uhud, Mesjid Qiblatain, Mesjid Tujuh dan berakhir dengan berbelanja/berkunjung ke perkebunan korma, selesai kembali ke hotel dan melaksanakan Shalat Jum’at di Masjid Nabawi. Setelah jamaah melaksanakan Shalat Jum’at di Masjid Nabawi, bersiap-siap untuk bertolak menuju ke kota Makkah Al Mukarramah melalui Bir Ali untuk mengambil miqot, niat umrah dan shalat sunat ihram, setibanya di kota Makkah langsung check-in Hotel untuk meletakan barang bawaan dan makan malam/buka puasa, dilanjutkan dengan melaksanakan Ibadah Umrah (Thawaf, Sa’i, Tahallul).
HARI 06-07, SABTU-AHAD, 13-14 SEP / 13-14 RAMADHAN : MAKKAH v
Pergunakan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Harram dengan melaksanakan seluruh shalat wajib, shalat Tarawih, Dzikir dan membaca Al-Qur’an. Jamaah akan diantar untuk melakukan ziarah kota Makkah dengan mengunjungi antara lain : Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Mesjid Namirah, Muzdalifah, Mina, dan Jabal Nur, selesai kembali ke Hotel untuk berisitirahat.
HARI 08, SENIN, 15 SEP / 15 RAMADHAN : MAKKAH – JEDDAH v
Setelah selesai shalat Dzuhur langsung dilanjutkan dengan melaksanakan tawaf wada, kembali ke Hotel untuk bersiap-siap check-out hotel, kemudian bertolak menuju ke Jeddah dengan Bus, setibanya di Hotel langsung check-in dan buka puasa di hotel, selepas shalat Isya dan Tarawih dapat digunakan waktu untuk berbelanja di pertokoan Balad.
HARI 09, SELASA, 16 SEP / 16 RAMADHAN : JEDDAH -
Makan sahur di hotel, pagi hari akan proses check-out hotel kemudian sejenak city tour kota Jeddah antara lain dengan mengunjungi makan Siti Hawa dan Masjid Gantung di tepi laut merah, selesai langsung menuju ke Airport untuk kembali ke Jakarta via Dubai dengan penerbangan Emirates Airlines (EK-2846) pada Pk. 12.15 bertolak menuju Dubai dan tiba di Dubai pada Pk. 15.55, makan buka Puasa di safar restaurant airport Dubai.
HARI 10, RABU, 17 SEP / 17 RAMADHAN :
menuju ruang menunggu untuk penerbangan lanjutan ke
Perjalanan isra' dimulai dari masjid Al Haram di kota Makkah ialah karena kota Makkah pada waktu itu adalah pusat segala macam bentuk kejahatan, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan dan kekufuran. Sehingga kota Makkah dapat diibaratkan sebagai lambang rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang rusak, berantakan dan kacau balau.
Perjalanan isra' berakhir di masjid Al Aqsha ialah karena masjid tersebut dinyatakan oleh Allah swt. dalam surat Al Isra' ayat 1 sebagai tempat yang telah diberkahi sekelilingnya, sehingga masjid Al Aqsha dapat diibaratkan sebagai rumah tangga, atau wilayah,atau negara yang aman, tenteram, damai, adil dan makmur lahir dan batin, material dan spiritual.
1. Singgah di Madinah, karena kota Madinah adalah tempat hijrahnya Nabi Muhammad saw.
2. Singgah di Madyan, karena kota Madyan adalah tempat hijrahnya Nabi Musa as. sewaktu akan dibunuh oleh raja Fir'aun dari Mesir. Di Madyan ini nabi Musa as. diambil menantu oleh nabi Syu'aib as. Dan setelah nabi Musa as . kaya raya dan merasakan kenikmatan hidup, beliau diperintah oleh Allah swt. pergi ke Mesir untuk berjuang dan membebaskan bangsa Yahudi dari kemiskinan dan penindasan raja Fir'aun dengan meninggalkan kesenangan dan kenikmatan hidup yang beliau rasakan.
3. Singgah di gunung Sinai, karena di gunung Sinai inilah Nabi Musa as. menerima wahyu dari Allah swt. Gunung adalah tempat yang tinggi, sedang wahyu adalah ilmu. Sehingga gunung Sinai adalah lambang dari ketinggian ilmu pengetahuan.
4. Singgah di Bethlehem, karena kota Bethlehem adalah tempat kelahiran nabi Isa as. Nabi Isa as. adalah seorang nabi yang hidupnya penuh dengan pengorbanan. Sehingga Bethlehem dapat digambarkan sebagai lambang dari keberanian berkorban.
5. Shalat yang setiap kali dilakukan di tempat-tempat persinggahan, karena shalat itu pada hakekatnya adalah menghadap kepada Allah swt. untuk memohon pertolongan dan petunjuk-Nya.
Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita sekalian, bahwa untuk memperbaiki rumah tangga, atau wilayah atau negara yang kacau balau dan penuh dengan berbagai macam penderitaan, kesengsaraan, kemiskinan, penindasan dan lain sebaginya yang digambarkan sebagai kota Makkah menjadi rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang aman, tenteram, penuh dengan kedamaian, kebahagiaan, keadilan dan kemakmuran, haruslah dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut:
Tahap Madinah, artinya semua anggota rumah tangga atau seluruh penduduk sesuatu wilayah atau negara harus mau berhijrah yang berarti meninggalkan kemusyrikan, kekufuran, kemaksiatan, kemungkaran dan segala macam bentuk perbuatan dan sikap yang negatif.
Tahap Madyan, artinya jika semua penghuni rumah tangga, atau wilayah, atau negara sudah mau melakukan hijran, meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah swt. dan sudah mau bertaqwa dalam arti yang sebenarnya, maka setiap orang yang menjadi pemimpin rumah tangga, atau wilayah, atau negara tersebut jangan sampai bersenang-senang, bernikmat-nikmat dan bermewah-mewah dalam hal makanan, pakaian dan tempat tinggal, selagi orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya masih ada yang hidup dalam keadaan melarat, apalagi hidup jauh di bawah garis kemiskinan. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. setelah beliau memperoleh kemenangan demi kemenangan dalam peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik dan banyak memperoleh rampasan perang. Jika mau tentu beliau dapat memperkaya diri, sebab beliau memegang jabatan rangkap, yaitu sebagai Rasul Allah, Kepala negara dan Panglima Perang. Akan tetapi catatan sejarah menunjukkan bahwa rumah beliau hanya sebesar ruangan yang sekarang dijadikan makam beliau di masjid Nabawi di Madinah; pakaian beliau sangat sederhana; dan menurut hadits yang diriwayatkan dari isteri beliau Siti 'Aisyah ra., beliau tidak pernah kenyang selama dua hari berturut-turut. Harta kekayaan beliau lebih banyak dipergunakan untuk kepentingan rakyatnya dari pada dipergunakan untuk kepentingan keluarga beliau sendiri.
Tahap gunung Sinai, artinya ialah bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sempurna, setiap penghuni rumah tangga, atau wilayah, atau negara harus selalu berusaha untuk meningkatkan ketinggian ilmu pengetahuan. Sebab dengan pengetahuan yang tinggi, terutama ilmu agama, seseorang akan menjadi mudah untuk menyelesaikan setiap problem atau masalah yang dihadapi dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari.
Tahap Bethlehem, artinya ialah bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sejati, diperlukan keberanian untuk berkorban, baik harta, tenaga, bahkan jiwa sekalipun; terutama korban perasaan atau korban sentimen. Sebab di mana-mana sekarang ini dapat kita saksikan banyak orang yang telah mengakui dan menyadari akan kebenaran dari ajaran agama Islam. Namun karena mereka harus mempertahankan gengsi dan tidak berani mengorbankan perasaan dan sentimen, mereka tetap berpegang teguh pada ajaran agama yang hati kecil mereka sebenarnya telah menyatakan kebatalannya.
Shalat dua raka'at yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw. atas anjuran malaikat Jibril di tempat-tempat persinggahan, adalah memberikan pelajaran kepada kita sekalian bahwa pada saat kita sedang menekuni pekerjaan dalam rangka mencapai cita-cita yang menjadi tujuan hidup kita, kita akan menyadari bahwa kemampuan kita sebagai manusia adala sangat terbatas, jauh berkurang dibandingkan
dengan cita-cita kita.
Untuk itu secara mutlak kita memerlukan petunjuk, bimbingan dan pertolongan dari Allah swt. Petunjuk, bimbingan dan pertolongan tersebut harus kita minta. Untuk meminta petunjuk, bimbingan dan pertolongan kepada Allah swt. kita harus menghadap (sowan = sebo Jw.) dengan cara yang telah ditetapkan dan yang telah direstui oleh Allah swt.sendiri, yaitu shalat menurut ajaran agama Islam. Jadi pada saat kita sangat sibuk menjalankan tugas-tugas yang amat penting sebagaimana kesibukan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. pada saat memenuhi panggilan dari Allah swt. untuk menjemput kewajiban shalat, maka kita harus lebih aktif menunaikan shalat, menghadap ke haribaan-Nya. Bukan sebaliknya, pada saat kita sedang sibuk bekerja, kita menunda-nunda, bahkan melalaikan shalat kita.
Pada saat Nabi Muhammad saw. sampai di masjid Al Aqsha, sebelum masuk ke dalam masjid, buraq yang beliau naiki ditambatkan lebih dahulu, meskipun pada hakekatnya buraq tersebut tidak akan lari atau hilang. Dan andaikata lari atau hilang, pasti malaikat Jibril akan mengembalikannya kepada beliau. Hal ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa dalam melaksanakan tugas hidup dan kehidupan sehari-hari, kita wajib menta'ati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh hukum syariat agama Islam. Kita dilarang untuk berpe-gangan kepada hakekat tanpa mau mentaati syariat.
Setelah Nabi Muhammad saw. melakukan shalat berjama'ah di masjid Al Aqsha, sebelum naik ke dalam kendaraan interplanet yang akan mengantarkan beliau ke suatu tempat yang telah ditentukan oleh Allah swt., beliau disodori tiga macam minuman oleh malaikat Jibril, yaitu: arak, air dan puan (susu). Kemudian beliau memilih susu, yang kemudian pilihan beliau tersebut dibenarkan oleh malaikat Jibril. Hal ini memberi pelajaran kepada kita sekalian, bahwa untuk menjaga stabilitas ketenangan dan ketenteraman jiwa yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup yang hakiki, seseorang dituntut oleh agama Islam agar selalu menjaga dirinya dengan makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh, sebagaimana susu yang halal menurut ajaran agama Islam dan bagus menurut ahli kesehatan karena padat gizi. Berbeda halnya dengan arak yang telah dinyatakan haram oleh ajaran agama Islam dan merusak kesehatan menurut para ahli dalam bidang kesehatan. Dan berbeda pula dengan air, meskipun air tawar tersebut halal menurut ajaran syari'at Islam, namun tidak mengandung gizi yang sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh manusia. Makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh adalah syarat utama bagi do'a untuk dikabulkan oleh Allah swt.
From: alumnifutuhiyyah@yahoogroups.
Sent: Sunday, August 03, 2008 4:15 PM
To: alumnifutuhiyyah@yahoogroups.
Subject: [alumnifutuhiyyah] ada apa dibalik isro'?